Menjadi Sahabat Para Remaja

Facebook memang luar biasa. Bersama ‘teman-temannya’ seperti twitter, BlackBerry hingga You Tube, mereka berhasil mengubah dunia. Mereka telah mengubah para remaja yang dulu begitu akrab bersama keluarga, menjadi remaja yang lebih senang mengurung diri di kamar. Sulit untuk menghujat kemajuan teknologi tersebut sebagai sumber dari ‘hilangnya’ pengaruh orang tua kepada putra putrinya yang beranjak remaja. Dunia sudah begitu terbuka, hampir semua keinginan bisa di akses melalui media. Maka, sebelum saatnya tiba, sebelum putra putri kita tiba-tiba enggan terbuka, lantas cenderung menarik diri, beberapa langkah bisa diupayakan oleh orang tua, antara lain :

1. Bangun Komunikasi Terbuka Sedini Mungkin
Remaja memang penuh rahasia. Itu sebabnya mutlak dibutuhkan adanya komunikasi terbuka, yang proses membangunnya membutuhkan waktu bertahun-tahun sebelumnya. Harus dimulai bahkan pada saat mereka masih kecil, dengan cara membangun keakraban antara anak dengan orang tua.
Biasakan semenjak mereka masih kecil untuk senantiasa membicarakan apa saja yang terjadi di sekeliling keluarga Anda. Ajak mereka berbincang tentang teman-temannya, tentang hobi dan kegemarannya, serta impian-impiannya. Pokoknya tentang apapun masalah yang mereka hadapi.

2. Posisikan Diri Sebagai Sahabat

Jika komunikasi terbuka telah terjalin, biasakanlah untuk saling berbagi cerita tentang apa saja, juga saling berbagi rahasia. Orang tua harus banyak mengajak remaja berbicara tentang apa yang mereka sukai terlebih dahulu, sebelum menyampaikan keinginan orang tua sendiri. Berbicaralah sebagai sahabat, tanpa menggurui dan menyalahkan. Jadikan diri Anda sebagai tempat remaja bertanya, sebai teman berdiskusi dan akhirnya sebagi tempat curhat.

3. Masuklah ke Dunia Remaja

Jangan paksa remaja keluar dari dunianya, tetapi orang rualah yang terlebih dahulu masuk, mencoba memberi pemahaman, lantas pelan-pelan menarik sang remaja dari hal-hal yang berlebihan dalam dunianya tersebut. Orang tua pun perlu memiliki facebook dan twitter supaya bisa membicarakan hal-hal yang sama dengan remaja. Supaya mengetahui apa yang terjadi di dunia anaknya tersebut, dan lebih mudah memahami gejolak perasaan yang terjadi karenanya.

4. Bicaralah dalam Bahasa dan Gayanya

Siapapun, tentu tak ingin terlihat beda dengan teman-teman komunitasnya. Jika teman-temannya trendy, mereka pun akan senang jika orang tuanya bisa tampil trendy di hadapan teman-temannya. Jika komunitasnya sudah lancar berselancar di dunia maya, maka orang tua pun minimal mengikuti perkembangan dunia maya tersebut, bisa menjadi teman berbincang tentang keajaiban dunia maya, bahkan sesekali mencari kesenangan bersama-sama di dunia maya tersebut.

5. Bangun Benteng Spiritual yang Kokoh

Sebesar apapun tantangan yang dihadapi remaja, akan lebih mudah diselesaikan jika mereka memiliki bekal spiritual yang cukup. Maka, dekatkanlah kehidupan mereka sejak kecil terhadap kegiatan-kegiatan ibadah. Biasakan bibir mereka melafazkan zikir dan kalimat thayyibah dan senantiasa ajak mereka mengambil hikmah tentang apapun yang terjadi dengan senantiasa mengembalikan kepada kekuasaan Allah.
Suasanakan rumah dengan nuansa spiritual yang kuat, dengan senantiasa memperdengarkan lantunan ayat suci Al Qur’an, membiasakan shalat berjamaah, memiliki jadwal rutin membaca Al Qur’an, serta membatasi televisi hanya untuk menonton acara yang baik-baik saja.

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: