RAHASIA DIET DARI BERBAGAI NEGARA

Berbagai cara dilakukan untuk mengurangi berat badan berlebih agar tidak berbahaya bagi kesehatan tubuh. Tak ada salahnya mengintip cara-cara menurunkan berat badan dari berbagai negara.

Memiliki berat badan berlebih atau bahkan hingga obesitas bisa menajdi faktor risiko bagi berbagai penyakit seperti jantung, stroke, diabetes bahkan hingga kanker. Karena itu memiliki berat badan yang ideal tak hanya membuat orang enak dilihat tapi juga menjauhkan penyakit.

Berikut ini beberapa rahasia menurunkan berat badan dari berbagai negara, seperti dikutip dari Health.com, Senin (2/1/2011) yaitu:

1. Thailand, menggunakan rempah-rempah
Makanan dari Thailand dikenal menggunakan banyak rempah-rempah, seperti halnya hot paprika yang bisa meningkatkan metabolisme tubuh. Selain itu makanan pedas juga menjadi cara mudah untuk menurunkan berat badan.

2. Inggris, tidak menggunakan ukuran yang diperbesar
Petugas restoran cepat saji di London tidak akan menanyakan apakah porsinya ingin diperbesar, sehingga pembeli akan lebih memilih porsi kecil yang berarti mengurangi asupan kalori berlebih di tubuh.

3. Brazil, selalu menyajikan nasi dan kacang-kacangan
Masyarakat Brazil selalu menikmati hidangan tradisional yang mengandung beras dan juga kacang. Studi yang dilaporkan dalam jurnal Obesity Research menemukan diet yang terdiri dari beras dan kacang-kacangan bisa menurunkan risiko kelebihan berat badan sekitar 14 persen karena rendah lemak dan tinggi serat.

4. Indonesia, melakukan puasa
Puasa secara periodik bisa membantu mengurangi berat badan berlebih di tubuh, namun tetap memperhatikan asupan kalori yang masuk dan keluar sehingga tidak ada penumpukan kalori berlebih di tubuh.

5. Polandia, lebih sering makan di rumah
Warga Polandia hanya menghabiskan 5 persen anggaran keluarganya untuk makan di luar. Selain bisa menghemat pengeluaran, makan di rumah juga bisa mengontrol asupan kalori yang masuk serta makanan yang dikonsumsi cenderung lebih sehat.

6. Jerman, tidak meninggalkan sarapan
Sekitar 75 persen masyarakat Jerman sarapan setiap hari, sarapan yang dikonsumsi juga berupa buah, sereal gandum atau roti. Dengan rutin sarapan maka menghindari seseorang lebih banyak mengemil serta makan berlebih saat siang hari.

7. Belanda, menggunakan sepeda untuk bepergian
Sekitar 54 persen orang Belanda menggunakan sepeda untuk kegiatan sehari-hari seperti berbelanja, bepergian bahkan bekerja. Diperkirakan menganyuh sepeda dengan kecapatan sedang bisa membakar 550 kalori per jam.

8. Swiss, mengonsumsi semangkuk muesli
Muesli adalah bubur atau sereal yang terbuat dari gandum, buah dan kacang-kacangan sehingga baik untuk mengontrol berat badan. Serat dalam muesli lebih lambat dicerna sehingga membuat rasa kenyang lebih lama dan baik untuk sarapan atau cemilan malam yang sehat.

9. Rusia, menanam sayuran dan buah sendiri
Hampir sebagian besar rumah di Rusia menanam sayuran dan buah-buahan sendiri serta melestarikan tanman yang sudah tumbuh. Hal ini membuat asupan makanannya lebih bergizi dan mencegah kegemukan.

10. Malaysia, menggunakan kunyit
Makanan dari Malaysia banyak yang menggunakan kunyit yang diketahui mengandung curcumin (berpotensi membakar lemak). Studi dari Tufts University menemukan konsumsi sejumlah kecil curcumin bisa mencegah bertambahnya berat badan saat mengonsumsi tinggi lemak.

11. Hongaria, sering mengonsumsi acar
Tidak hanya mentimun, tapi juga acar dari paprika, kubis dan tomat yang bisa mencegah kelebihan berat badan, asalkan asam asetat (cuka) yang digunakan tidak berlebihan.

12. Norwegia, tur keluarga setiap minggu
Pada hari minggu, semua orang mulai dari batita sampai kakek-nenek keluar rumah untuk berjalan kaki di musim panas atau melintasi negara untuk ski di musim dingin, sehingga bisa membantu membakar kalori dan meningkatkan aktivitas fisik.

13. Belanda, banyak mengonsumsi ikan herring
Ikan herring biasanya dikonsumsi sebagai cemilan tanpa tambahan apapun atau dimakan mentah bersama dengan roti lembut dan acar. Ikan ini mengandung banyak asam lemak omega-3 yang bisa mengurangi hormon stres kortisol. Hormon ini dikenal bisa meningkatkan jumlah lemak yang disimpan.

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: